Meriam Jepang Markoni

Benda bersejarah ini dilindungi oleh undang-undang sebagai benda cagar budaya, namun terdapat tantangan dalam perawatan dan publikasinya sehingga sering kurang dikenal luas.

Situs ini merupakan peninggalan masa pendudukan Jepang pada era Perang Dunia II yang memiliki nilai penting dalam sejarah perjuangan dan sistem pertahanan militer di wilayah Balikpapan. Keberadaan meriam tersebut menjadi bukti strategisnya kawasan Balikpapan pada masa lalu, khususnya dalam pengamanan jalur laut dan perlindungan objek vital seperti kilang minyak.

Meriam ini memiliki bentuk seperti meriam biasa dan terbuat dari besi. dengan laras tunggal. Ujung meriam menghadap ke arah pantai, dan ruang operatornya memiliki atap datar dan dilindungi oleh dua balok kayu ulin yang melintang di atasnya. Meriam Markoni memiliki panjang laras sekitar 5 m, lebar 3 m, tinggi 1.3 m, tebal 10 cm, berat 13.236 kg, diameter atas, badan, kaki 2.87 m.

Copyright by Bidang Budaya DISDIKBUD Kota Balikpapan

Lokasi

Lokasi Meriam Jepang ini adalah Jalan Puncak Markoni RT. 10, Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Selatan - Balikpapan, Pemilik Lahan di Areal Pemerintah Kota Balikpapan, dengan pengelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan.

Copyright by Bidang Budaya DISDIKBUD Kota Balikpapan

Pendidikan dan Pariwisata

Sebagai Cagar Budaya, yang dilindungi Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010, meriam ini tidak hanya memiliki nilai historis yang tinggi sebagai bukti peninggalan masa pendudukan Jepang, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sarana edukasi dan penelitian di bidang sejarah dan kebudayaan. Selain itu, keberadaan situs ini dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata sejarah yang bernilai edukatif, sehingga mampu memberikan kontribusi dalam pelestarian budaya daerah, peningkatan wawasan masyarakat, serta penguatan identitas lokal Kota Balikpapan.

Sejarah

Meriam Markoni termasuk senjata pertahanan Jepang terhadap serangan laut sekutu pada masa Perang Dunia ke – II di Balikpapan dan masuk dalam kategori senjata artileri kelas berat, yang biasanya digunakan sebagai meriam anti kapal. Meriam ini menjadi penting selama Pertempuran Balikpapan pada tahun 1945, saat pasukan Sekutu melawan pasukan Jepang. Pertempuran ini dimulai pada 1 Juli 1945 dan berakhir pada 21 Juli 1945, dengan kemenangan bagi pasukan Sekutu. Jepang telah menduduki Balikpapan sejak 1942, dan meriam Markoni digunakan untuk mempertahankan wilayah pantai dan laut.

Data Cagar Budaya

  • SK Wali Kota Balikpapan Nomor : 188.45-314/2023

  • No. Induk 40/M

  • No Inventaris 40/M/BPN/2010

  • Ukuran -

  • Kondisi Terawat