Meriam Jepang
Benda bersejarah ini dilindungi oleh undang-undang sebagai benda cagar budaya, namun terdapat tantangan dalam perawatan dan publikasinya sehingga sering kurang dikenal luas.
Di area Sidodadi (kadang disebut Gunung Meriam atau puncak perbukitan di Kampung Baru Ilir), terdapat situs meriam peninggalan Jepang yang merupakan bagian dari sejarah Perang Dunia II di Balikpapan


Lokasi
Balikpapan Barat — Sidodadi / Kampung Baru Ilir, Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia.
Situs meriam berada di atas bukit di daerah Sidodadi (Kampung Baru Ilir), sekitar 8 km dari pusat Kota Balikpapan. Wilayah ini memiliki areal kurang lebih 2.500 m² dan dulunya menjadi posisi strategis pertahanan Jepang. Di tempat ini biasanya dipagari untuk menjaga kelestarian situs.
Latar Belakang Sejarah
Meriam ini adalah peninggalan Angkatan Laut Jepang (Kaigun) dari masa Perang Dunia II, ketika Jepang menduduki wilayah Balikpapan yang dianggap strategis karena sumber minyaknya.
Meriam tersebut ditempatkan di bukit yang menghadap Teluk Balikpapan untuk pertahanan terhadap pasukan Belanda dan Sekutu yang mencoba merebut wilayah ini.
Konon, dalam sejarahnya meriam ini juga banyak menimbulkan korban di kalangan pasukan Sekutu (termasuk Australia) saat operasi pendaratan.
Data Inventaris
No. Induk 24/M
No Inventaris 24/M/BPN/2010
Ukuran 2x4x3 M
Kondisi Terawat
Wisata
Lokasi meriam kini menjadi objek wisata sejarah gratis, sering dikunjungi oleh pelajar, peneliti, dan wisatawan lokal yang ingin belajar tentang jejak Perang Dunia II di Kalimantan.
Jam kunjungan biasanya sekitar 07.00–17.00 WIB.
Pemandangan dari lokasi ini juga menawarkan panorama Teluk Balikpapan dan bagian kota.
